Who's Online
We have 2 guests onlineHarga Komoditas

Artikel Terbaru
Komentar Terakhir
| Mengenali Rabies dan Pencegahannya |
| Written by drh. ato susanto | ||||||
| Monday, 09 March 2009 18:59 | ||||||
|
Tahun 2008 dan awal tahun 2009, rabies merebak di beberapa Kabupaten di Jawa Barat dan di Bali. Pengetahuan masyarakat akan bahaya rabies relatif rendah. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui agar kita lebih waspada terhadap penyakit zoonosis ini. Beberapa HPR (Hewan Penular Rabies) diantaranya adalah : anjing, kucing, kera, hewan liar lain seperti srigala, racoon, kelelawar dan ternak seperti sapi bisa menjadi HPR.
Masa inkubasi rabies bervariasi dan tergantung dari daerah gigitan. Makin dekat ke arah kepala, masa inkubasi rabies akan semakin pendek. Pada umumnya mas inkubasi dan gejala klinis akan tampak 21-80 hari setelah digigit hewan positif rabies. Pada manusia kisarannya lebih lebar, bisa lebih cepat atau lebih dari 6 tahun. Harus diingat, rabies hanya ditularkan oleh hewan positif rabies melalui gigitan.Gejala klinis rabies terdiri dari 3 fase, yakni prodromal, eksitasi, dan paralisis. Pada fase prodromal, hewan menjadi soliter, ketakutan atau paranoid, ekor akan melipat ke dalam. Selalu mencari tempat gelap karena photophobia. Kesakitan pada saat menelan terutama air atau hydrophobia. Tidaka memberikan respon apabila dipanggil oleh pemilik hewan.Pada fase eksitasi, hewan menjadi agresif. Secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, akan menggigit hewan lain bahkan manusia atau benda apa saja yang bergerak. Menggigit apa saja termasuk kotoran sendiri, kayu, batau atau tempat makan dan minum hewan. Apabila hewan di kandang, maka akan menggigit besi dan kawat di kandangnya, tapi tidak akan ditelan oleh hewan tersebut.Memasuki fase paralisis akan mengalami hypersalivasi (mengeluarka ludah berlebihan). Tidak bisa menelan, karena otot di daerah pipi dan tenggorokan mengalami kelumpuhan. Rahang bawah menggantung dan tak bisa digerakkan.Saat memasuki paralisis ini hewan menjadi lethargie (lemas) dan sangat kecil kemungkinan untuk menggigit, sehingga ada beberapa pemilik menyangka bahwa hewan mereka memakan benda asing. Kondisi inilah biasanya salah satu yang dapat menularkan rabies pada pemilik. Terutama apabila pada saat membuka mulut hewan tidak menggunakan sarung tangan, karena ludah yang diproduksi berlebihan pada hewan tersebut akan mengakibatkan pemilik terekspos virus rabies.Rabes tidak dapat diobati, hanya dapat dicegah dengan memberikan vaksinasi pada hewan kesayangan kita, terutama anjing dan kucing. Kita tidak ingin anjing dan kucing kesayangan mati sia-sia akibat terkena rabies dan ada salah satu anggota keluarga kita yang menjadi korban karena hewan peliharaan kita. Makanya jadwal vaksinasi harus selalu dipatuhi. Pertolongan pertama apa yang harus dilakukan saat tergigit anjing (apapun kondisi anjing)? Jangan dulu dibasuh dengan alkohol. Yang mesti dilakukan terlebih dahulu, yakni mencuci daerah luka gigitan dengan air mengalir. Gunakan sabun agar protein dari virus yang ada dalam air liur terangkat. Lakukan sambil terus mencuci dengan air mengalir. Setelah itu baru diberikan antibiotik. (disadur dari Majalah Flona)
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |







Dok, punya refrensi yang jual kelinci...
seharusnya materi di atas dilengkapi ...
Pak,aq mw nyari anak anjing yang usia...