Mengenali Rabies dan Pencegahannya | Keswan Karawang Online - Keswan Karawang Online

Who's Online

We have 2 guests online

Harga Komoditas

Info Harga Komoditas 14 Mei 2009

No.   Nama Komoditas   Satuan  Harga

1. Daging Sapi Murni   (Kg)   Rp. 60.000

2. Daging Ayam Broiler/Hidup  (Kg )   Rp. 14.000

3. Daging Ayam Broiler/Karkas    (Kg)     Rp. 20.000

4. Daging Ayam Kampung   (Kg)   Rp. 34000

5. Telur Ayam Ras   (Kg)   Rp. 14.000

6. Telur Ayam Kampung   (Butir)   Rp. 1200

7. Telur Itik ( Butir)   Rp. 1350

8. Ayam Kampung/pamanggang (ekor)    Rp. 20.000

9. Entog/pamanggang (ekor)    Rp. 30.000

10. Itik/pamanggang (ekor)     Rp. 19.000

11. Kulit Domba ukuran 110-130 cm (lembar)    Rp. 29.000-Rp.30.000

12. Kulit Domba ukuran kurang dari 100 cm (lembar) Rp. Rp. 15.000-Rp.20.000

13. Kulit Kambing (110-130 cm/lembar)    Rp. 25.000

14. Kulit Kambing (kurang dari 100 cm/lembar)    Rp. 20.000

15. Kulit Sapi   (Kg)    Rp. 12.000

16. Kulit Kerbau   (Kg)    Rp. 10.000

(Sumber : Dinas Perikanan. Kelautan dan Peternakan Kabupaten Karawang, Jawa Barat)

Komentar Terakhir

Mengenali Rabies dan Pencegahannya
Written by drh. ato susanto   
Monday, 09 March 2009 18:59

Tahun 2008 dan awal tahun 2009, rabies merebak di beberapa Kabupaten di Jawa Barat dan di Bali. Pengetahuan masyarakat akan bahaya rabies relatif rendah. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui agar kita lebih waspada terhadap penyakit zoonosis ini.

Beberapa HPR (Hewan Penular Rabies) diantaranya adalah : anjing, kucing, kera, hewan liar lain seperti srigala, racoon, kelelawar dan ternak seperti sapi bisa menjadi HPR.

 

Masa inkubasi rabies bervariasi dan tergantung dari daerah gigitan. Makin dekat ke arah kepala, masa inkubasi rabies akan semakin pendek. Pada umumnya mas inkubasi dan gejala klinis akan tampak 21-80 hari setelah digigit hewan positif rabies. Pada manusia kisarannya lebih lebar, bisa lebih cepat atau lebih dari 6 tahun. Harus diingat, rabies hanya ditularkan oleh hewan positif rabies melalui gigitan.Gejala klinis rabies terdiri dari 3 fase, yakni prodromal, eksitasi, dan paralisis. Pada fase prodromal, hewan menjadi soliter, ketakutan atau paranoid, ekor akan melipat ke dalam. Selalu mencari tempat gelap karena photophobia. Kesakitan pada saat menelan terutama air atau hydrophobia. Tidaka memberikan respon apabila dipanggil oleh pemilik hewan.Pada fase eksitasi, hewan menjadi agresif. Secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, akan menggigit hewan lain bahkan manusia atau benda apa saja yang bergerak. Menggigit apa saja termasuk kotoran sendiri, kayu, batau atau tempat makan dan minum hewan. Apabila hewan di kandang, maka akan menggigit besi dan kawat di kandangnya, tapi tidak akan ditelan oleh hewan tersebut.Memasuki fase paralisis akan mengalami hypersalivasi (mengeluarka ludah berlebihan). Tidak bisa menelan, karena otot di daerah pipi dan tenggorokan mengalami kelumpuhan. Rahang bawah menggantung dan tak bisa digerakkan.Saat memasuki paralisis ini hewan menjadi lethargie (lemas) dan sangat kecil kemungkinan untuk menggigit, sehingga ada beberapa pemilik menyangka bahwa hewan mereka memakan benda asing. Kondisi inilah biasanya salah satu yang dapat menularkan rabies pada pemilik. Terutama apabila pada saat membuka mulut hewan tidak menggunakan sarung tangan, karena ludah yang diproduksi berlebihan pada hewan tersebut akan mengakibatkan pemilik terekspos virus rabies.Rabes tidak dapat diobati, hanya dapat dicegah dengan memberikan vaksinasi pada hewan kesayangan kita, terutama anjing dan kucing. Kita tidak ingin anjing dan kucing kesayangan mati sia-sia akibat terkena rabies dan ada salah satu anggota keluarga kita yang menjadi korban karena hewan peliharaan kita. Makanya jadwal vaksinasi harus selalu dipatuhi.

 Pertolongan pertama apa yang harus dilakukan saat tergigit anjing (apapun kondisi anjing)? Jangan dulu dibasuh dengan alkohol. Yang mesti dilakukan terlebih dahulu, yakni mencuci daerah luka gigitan dengan air mengalir. Gunakan sabun agar protein dari virus yang ada dalam air liur terangkat. Lakukan sambil terus mencuci dengan air mengalir. Setelah itu baru diberikan antibiotik.

(disadur dari Majalah Flona)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Survei Flu Burung

Apakah Indonesia Berhasil Mengatasi Flu Burung pada Unggas
 

Statistik Pengunjung

Pengujung [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
37
90
100

-10
This week:
Last week:
Week before last week:
442
480
449

+31
This month:
Last month:
Month before last month:
922
1980
1545

+435

Total Pengunjung
Sejak Oktober 2008   19 297 

Survei Tentang Situs

Topik apa yang paling Anda sukai dari situs keswankarawang.com?